Home » » Generasi Muda Tak Lagi Bisa Menjaga Warisan Budaya

Generasi Muda Tak Lagi Bisa Menjaga Warisan Budaya

Indonesia merupakan negara kepulauan dari Sabang sampai Merauke, yang terdiri dari berbagai macam budaya, ras, suku bangsa, bahasa daerah, agama, dan kepercayaan yang beragam. Bila kita menilik seni tari, masing-masing daerah mempunyai keunikan tersendiri. 

Di Pulau Sumatera, terdapat tarian khas yang berbeda antar satu daerah dengan daerah lain, karena pengaruh kultur, geografi, dan interaksi sosial. Pulau jawa dikenal dengan nilai kesopanan, atau unggah-ungguh yang memang dipegang erat. Hal ini berpengaruh terhadap hasil kebudayaan seperti tarian yang memang bernuansa lembut. Pulau Kalimantan menawarkan hasil kebudayaan yang tidak kalah mempesona, misalnya suku Dayak dengan pakaian adat dan sistem berburu yang dimiliki, menjadikan seni tari Kalimantan begitu dinamis dan banyak memasukkan unsur berburu dalam gerakannya. Begitu pula dengan pulau Indonesia lainnya yang begitu kaya akan keragaman budaya.

Generasi Muda Tak Lagi Bisa Menjaga Warisan Budaya


Generasi Muda Tak Lagi Bisa Menjaga Warisan Budaya


Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kebudayaan Indonesia mengalami permasalahan serius. Berkembangnya teknologi yang tidak diimbangi akan rasa cinta terhadap budaya sendiri, masuknya budaya westernisasi dan globalisasi yang tak tersaring dengan baik, hingga jarangnya budaya lokal terekspos oleh media hingga dengan mudahnya diakui oleh negara lain, dianggap menjadi penyebab dekadensi atau kemunduran budaya bangsa. 

Satu hal yang membuat beberapa orang gusar adalah seringnya generasi muda yang disalahkan atas permasalahan ini. Hal ini mungkin dikarenakan kaum muda lah yang lebih rentan terpapar budaya barat yang sedikit banyak menimbulkan culture shock, menjadikan berkurangnya minat mengenal, mempelajari, dan melestarikan budaya bangsa sendiri. Namun, apakah memang demikian? Benarkah generasi muda Indonesia saat ini tak lagi bisa menjaga warisan budaya?


Generasi Muda Tak Lagi Bisa Menjaga Warisan Budaya - Kanal Arudam